7 Wanita Berpengaruh di Industri Ritel

Penuh Inspirasi, wawasan dan pengetahuan

Atenda selalu memberikan yang terbaik dan terakurat untuk Anda

Home > Blog > 7 Wanita Berpengaruh di Industri Ritel

20200716-atenda-wanita-sukses-icon.jpg


7 Wanita Berpengaruh di Industri Ritel

Atenda | 15 Jul 2020

Travel, check. Karir, check. Relationships, check. Motherhood, check. Persahabatan, check. Lengkap dalam satu paket.


Baca Juga: Pengertian Dan Perbedaan Kerja Full Time Dan Part Time


Mereka adalah founder, CEO, dan manager marketing. Mereka memberikan impact kepada masyarakat, melestarikan lingkungan, dan menginspirasi orang.


Berikut adalah tujuh mogul yang Wanita terpilih oleh Atenda. Tetapi kami yakin masih ada banyak dari Anda di luar sana, dan Anda tidak harus menjadi selebriti untuk memberikan impact, kamu sedang menginspirasi lingkungan sekitarmu.


1. Sarah Agnestika


Semangat Kartini bisa ditemukan pada Sarah Agnestika. Tidak patah semangat setelah bisnis pakaiannya mengalami kesulitan, dia bangkit dan sukses di bidang kuliner. Terus bereksperimen menciptakan resep Crunchy Banana selama dua bulan, Sarah berhasil menciptakan resep pisang yang diminati banyak orang.


Menjualnya di kampus dengan modal awal Rp2,5 juta, sekarang ini omzet yang didapat Sarah sudah mencapai ratusan juta/bulan. Produknya ini bahkan jadi salah satu yang terlaris di Medan lho! Berkat kegigihannya, dia berhasil menciptakan lapangan kerja untuk banyak orang.


2. Eugenie Patricia


Puyo Dessert yang manis dan silky dengan mudah membuat banyak orang suka dan ketagihan. Pemiliknya adalah kakak beradik yang terinspirasi dari puding buatan ayah, Eugenie Patricia dan Adrian Christopher Agus. Ketika memulai usaha, usia keduanya masih sangat muda.


Penjualan Puyo dilakukan melalui bazar dan media sosial. Hingga akhirnya pada 2013 lalu, Puyo Dessert berhasil membuka outlet pertama di Mal Living World Alam Sutera, Tangerang. Sekarang, bisnisnya ini cukup menggurita. Setidaknya ada sekitar 43 outlet yang tersebar di Bandung, Karawang dan Jabodetabek.


3. Charina Prinandita


Bersama beberapa temannya, Charina memikirkan konsep agar usahanya diterima oleh masyarakat Indonesia, khususnya anak muda. Produk Eatlah yang cukup terkenal adalah Salted Egg Chicken dengan kemasan box.


Menggunakan jasa aplikasi pemesanan online, produk Eatlah semakin berkembang. Dimulai sejak 2016, kini Eatlah sudah memiliki beberapa outlet dengan nilai transaksi berlipat-lipat. Pesannya adalah, jangan pernah takut dengan kegagalan dan tetap berkontribusi untuk bangsa; sekecil apa pun itu.


4. Helga Angelina Tjahjadi


Ada seorang perempuan cantik bernama Helga Angelina Tjahjadi yang merupakan pendiri dan managing director dari restoran Burgreens. Wanita berkulit sawo matang ini menciptakan menu burger sehat dengan menggunakan daging petty yang terbuat dari kacang-kacangan, jamur dan bayam. Kesuksesannya menciptakan menu burger sehat ini sempat membawanya masuk dalam daftar 30 Under 30 Forbes Asia tahun 2016 untuk kategori Arts dalam bidang kuliner.  


5. Cindy Angelina


Menjadi seorang anak penjual Cap cai, tidak menghalangi semangat Cindy Angelina untuk terus maju. Sejak duduk di bangku SMA, wanita kelahiran tahun 1987 ini sudah menjalankan bisnis MLM, menjual pakaian, sepatu hingga tiket pesawat melalui online shop.


Kini, dia lebih dikenal sebagai pemilik Resep Nenek Moyang. Kue bolu arang buatannya, menjadi favorit banyak orang. Pesanan pun datang dari berbagai kota di Indonesia.


6. Cynthia Tenggara


Lihat dan Kenal sosok Cynthia Tenggara. Wanita muda dan cantik ini adalah tokoh di balik salah satu situs catering online populer Indonesia, berrykitchen.com. Karena meski tidak suka memasak, dia tetap menjalankan bisnis ini dengan dukungan dari pasangan.


Sebagai pelaku bisnis yang melayani selera orang banyak, Cynthia sadar bahwa mendengarkan saran dan kritik dari pelanggan dapat menjadi resep untuk semakin meningkatkan kualitas produknya. Saat ini, Berrykitchen bergabung dengan Yummy Corp dan pemesanan catering bisa dilakukan melalui aplikasi. Keren ya?


7. Martalinda Basuki


Merintis usaha sejak duduk di bangku kuliah, Martalinda Basuki sukses menjadi pengusaha salah satu kafe asyik favorit milenial. Kafenya yang dinamakan Cokelat Klasik sudah punya lebih dari 270 outlet cabang di berbagai wilayah Indonesia.


Dia menjual sepeda motor dan laptop sebagai modal awal untuk berbisnis. Wanita kelahiran 13 Maret 1991 ini juga memberanikan diri untuk mencari pinjaman. Bermula dengan membuka kafe di kawasan Kampung Inggris, Pare, Kediri, kini Lala sukses menjadi bos dari ratusan pekerjanya.




Cintai bisnis anda dengan mudah.

Atur karyawan anda, dalam hitungan menit. Dimana pun. Kapan pun.