Cara Perhitungan THR dan Peraturan THR | Atenda.id

Penuh Inspirasi, wawasan dan pengetahuan

Atenda selalu memberikan yang terbaik dan terakurat untuk Anda

Home > Blog > Cara Perhitungan THR dan Peraturan THR

icon uang.jpg


Cara Perhitungan THR dan Peraturan THR

Atenda | 06 May 2019

Setiap bulan Ramadhan, seluruh umat Islam pasti merasa bahagia karena dapat mendapatkan pahala yang melimpah ruah, bisa buka bersama dengan keluarga atau teman semasa sekolah, bisa ke masjid ramai-ramai dengan tetangga, dan bisa mudik ke kampung halaman. Selain itu, momentum yang bikin bahagia adalah ketika mendapatkan Tunjangan Hari Raya(THR). Hal tersebut sudah merupakan tradisi di Indonesia dan telah diatur oleh Undang-undang yang berlaku, sehingga hukum dan peraturannya jelas dan dapat mendapatkan hukuman jika sebuah perusahaan melalaikannya. Lalu bagaimana hukum yang mengatur mengenai THR? Di sini akan kami jelaskan cara perhitungan THR dan peraturan THR.

 

Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya atau biasa disebut THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan di Indonesia, THR ini wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Umumnya, perusahaan memberikan THR pada Hari Raya Idulfitri, mengikuti mayoritas karyawan. Hal ini tentu akan memudahkan perhitungan dan pembayaran THR. Akan tetapi, jika perusahaan bermaksud membagikan Tunjangan Hari Raya sesuai hari besar agama karyawan masing-masing, hal ini juga diperbolehkan selama perusahaan menepati ketentuan perhitungan THR, menyebutkan tentang 5 (lima) hari besar agama, yaitu:

  1. Hari Raya Idulfitri
  2. Hari Raya Natal
  3. Hari Raya Nyepi
  4. Hari Raya Waisak
  5. Hari Raya Imlek.

Pemerintah Indonesia menetapkan dasar hukum THR melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan (“Permenaker 6/2016”). Peraturan ini terdiri dari 13 pasal dan mulai diberlakukan saat diundangkan, pada tanggal 8 Maret 2016.

 

Cara Perhitungan THR

Cara menghitung THR karyawan merujuk pada Pasal 3 Ayat (1) Permenaker 6/2016 yaitu:

  1. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah;
  2. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan:

                     masa kerja x 1 (satu) bulan upah

                                           12

 

  1. Upah 1 (satu) bulan yang dimaksud itu terdiri atas komponen upah:
  2. upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean wages); atau
  3. upah pokok termasuk tunjangan tetap. 

 

Contoh Kasus :

Sebagai contoh, karyawan tersebut baru bekerja selama 2 bulan dengan upah sebesar Rp. 3.500.000 per bulannya. Dengan demikian, perhitungan besaran THR yang berhak ia dapat adalah:

 

                                        2 X Rp.3.500.000 = Rp. 583.333,33

                                                  12

 

Peraturan THR

 

Minimal Besaran THR Sesuai Besar Upah Per Bulan

Upah per bulan yang dimaksud di sini ialah upah/gaji pokok per bulan ditambahkan dengan tunjangan-tunjangan tetap yang diterima karyawan setiap bulannya. Tunjangan Tidak Tetap(misalnya tunjangan makan yang dipotong jika karyawan absen) tidak termasuk dalam perhitungan THR.

Akan tetapi, jika dalam Peraturan Perusahaan (PP), Perjanjian kerja, atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dimuat kebijakan perusahaan untuk memberikan THR dengan besaran yang lebih baik dari besaran minimal yang ditetapkan pemerintah, maka perusahaan wajib membayarkan THR sesuai dengan PP, Perjanjian Kerja, atau Perjanjian Kerja Bersama(PKB).

 

Karyawan yang Telah Bekerja 1 Bulan Mendapatkan THR

Permenaker No.06 Tahun 2016 mengubah ketentuan sebelumnya yang mensyaratkan masa kerja 3 bulan untuk karyawan berhak atas THR. Saat ini, masa kerja karyawan yang berhak mendapatkan THR adalah minimal 1 bulan. Setelah masa kerja 1 tahun, karyawan mendapatkan THR penuh, yaitu minimal sebesar 1x upah per bulan. Sedangkan bagi karyawan dengan masa kerja kurang dari 1 tahun, besaran THR dihitung secara proporsional.

 

Waktu Pembayaran THR Bagi Perusahaan

Ketentuan mengenai hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan(Permenaker) No.6 Tahun 2016, Pasal 5 ayat 4 menyatakan bahwa pembayaran THR paling lambat adalah H-7 Hari Raya. Sebagai contoh, dengan perkiraan jatuhnya Hari Raya Idulfitri pada tanggal 15 Juni, artinya pembayaran THR paling lambat adalah tanggal 8 Juni 2018.

Apabila pembayaran THR mengalami keterlambatan, perusahaan pun wajib membayar denda sebesar 5% dari jumlah THR yang seharusnya dibayar. Denda tersebut diperuntukkan bagi kesejahteraan karyawan, yang perlu diatur dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama(PKB) Yang patut dicatat, pembayaran denda ini bukan berarti menghapus kewajiban bayar THR karyawan. Perusahaan tetap dibebani kewajiban yang sama, ditambah kewajiban membayar denda.

 

THR Bagi Karyawan yang di-PHK  

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh Anda, para praktisi HR serta pengusaha, ialah karyawan tetap yang mengalami PHK. Apabila karyawan di-PHK pada 30 hari sebelum hari raya atau setelah itu, (misalnya 8 hari sebelum hari raya), maka masih menjadi kewajiban perusahaan untuk membayar THR-nya. Ketentuan ini khusus berlaku bagi karyawan tetap, atau karyawan yang bekerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu(PKWTT). Kepada karyawan kontrak atau PKWT, perusahaan tidak dikenai kewajiban yang sama. Jadi, kalau ada karyawan kontrak yang kontraknya berakhir pada 30 hari sebelum hari raya, maka perusahaan tidak berkewajiban membayar tunjangan hari raya kepadanya.

 

Berikut artikel mengenai cara perhitungan THR dan peraturan THR. THRmerupakan hal sensitif dalam perusahaan, karena THR dapat mempengaruhi kebahagiaan karyawan dalam bekerja di suatu perusahaan. Oleh sebab itu, hitung THR sebaik-baiknya, mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama. Tetapi tenang saja, pekerjaan seperti perhitungan gaji dan absensi karyawan jaman sekarang lebih mudah dan menghemat waktu dengan menggunakan Aplikasi Atenda. Aplikasi ini gratis dan tersedia di Smartphone Android dan iPhone, aplikasi ini dapat menghitung otomatis gaji anggota karyawan dan melihat laporan absensi karyawan, sehingga waktu yang tersisa dapat digunakan untuk menghitung THR karyawanmu.

 

Baca artikel menarik lainnya dari Atenda dengan klik tulisan ini.

 

 

 

 

 

 

Cintai bisnis anda dengan mudah.

Atur karyawan anda, dalam hitungan menit. Dimana pun. Kapan pun.