Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu | Atenda.id

Penuh Inspirasi, wawasan dan pengetahuan

Atenda selalu memberikan yang terbaik dan terakurat untuk Anda

Home > Blog > Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu

icon lowker.jpg


Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu

Atenda | 05 Apr 2019

Jaman sekarang mendapat pekerjaan merupakan hal yang sulit, karena banyak perusahaan yang memecat karyawannya guna mengurangi biaya dan jaman sekarang sudah berlakunya pasar bebas ASEAN. Oleh sebab itu, banyak lulusan-lulusan baru maupun orang yang sudah berpengalaman mencari kerja melalui banyak media, dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang nyaman dan gaji yang layak untuk hidup. Tetapi, hal tersebut menjadi kesempatan bagi banyak oknum untuk mencari uang dengan cara instant, ya itu dengan membuat lowongan kerja palsu atau abal-abal.

Oleh sebab itu, jaman sekarang kita harus dituntut untuk cermat, teliti, dan cerdas dalam mencari kerja dan melamar pekerjaan agar tidak tertipu, karena sudah banyak korban yang menimpa dengan modus membuka lowongan pekerjaan khususnya di kota-kota besar. Berikut ini ciri-ciri lowongan kerja palsu yang banyak terjadi,

  1. Perhatikan Iklan Lowongan

Lowongan kerja yang benar selalu ditulis dengan teliti. Jika kamu menemukan lowongan di situs pencari kerja yang mengandung terlalu banyak typo, bisa dipastikan lowongan tersebut palsu. Kesalahan ketik seperti salah eja, salah penggunaan huruf kapital, dan tanda baca sangat mungkin dilakukan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja. Selain itu, jika kamu menemukan lowongan di situs pencari kerja yang aneh secara tata bahasa dan kosa kata, besar kemungkinan lowongan tersebut palsu. Terkadang, para pemalsu lowongan kerja tidak ragu untuk menerjemahkan secara harafiah lowongan dari bahasa asing menggunakan situs penerjemah seperti Google Translate.

Penulisan lowongan kerja yang sembrono tidak mungkin dilakukan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan yang benar-benar mencari calon karyawan pasti memikirkan penulisan lowongannya dengan matang. Lowongan kerja yang dipasang di situs pencari kerja bahkan bisa menjadi salah satu media branding yang digunakan perusahaan agar memiliki kesan bonafide.

  1. Perhatikan Informasi Perusahaan

Supaya terhindar dari lowongan kerja palsu, Anda harus memperhatikan informasi perusahaan dengan cermat. Dalam hal ini Anda perlu menyelidiki alamat dan nomor telepon perusahaan yang tercantum, cari website perusahaan dan media sosial perusahaan. Lihat bagaimana tanggapan orang-orang mengenai perusahaan tersebut di Google review.

  1. Tidak Perlu Pengalaman

Bagi seorang fresh graduate, pengalaman yang minim terkadang menjadi halangan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Sayangnya peluang ini sering dimanfaatkan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja sekaligus seorang fresh graduate yang masih polos sehingga lebih mudah untuk ditipu. Lowongan kerja palsu tersebut biasanya menawarkan pekerjaan yang tidak membutuhkan pengalaman kerja sebelumnya. Jika sebuah perusahaan yang asli menggunakan situs pencari kerja untuk mencari fresh graduate, biasanya mereka mencantumkan suatu persyaratan khusus berupa pendidikan minimal jurusan tertentu.

Perusahaan yang benar-benar mencari karyawan akan sangat menghargai pengalaman sekecil apa pun itu seperti magang. Berhati-hatilah pada lowongan kerja di situs pencari kerja yang mengesankan semua orang bisa melakukan pekerjaan tersebut.

  1. Perhatikan Alamat Email Perusahaan Dengan Nama Perusahaan

Kembali lagi seperti di awal, pasti setiap perusahaan selalu memiliki alamat email pribadi. Untuk menghindari dari terjadinya penipuan, Anda harus menyelidikinya. Jika alamat email yang digunakan Yahoo ataupun Gmail, lakukan penyelidikan lebih lanjut karena bisa saja pekerjaan tersebut palsu. Setiap perusahaan biasanya memiliki domain terdaftar atau website sehingga memiliki alamat email khusus seperti @atenda.id

  1. Gaji Yang Fantastis

Berhati-hatilah saat mencari pekerjaan melalui dunia maya di situs pencari kerja, terutama tentang nominal gaji yang ditawarkan. Tanda ketiga yang bisa kamu perhatikan pada lowongan kerja palsu adalah gaji yang terlampau tinggi. Gaji fantastis tersebut diharapkan dapat menarik perhatian para jobseeker yang mudah tergiur. Jangan mudah percaya pada gaji yang ditunjukkan di lowongan kerja dalam situs pencari kerja. Untuk menghindari penipuan, sebaiknya kamu melakukan sedikit riset tentang nominal gaji rata-rata untuk suatu profesi.

  1. Meminta Sejumlah Uang

Sebuah lowongan di situs pencari kerja yang palsu biasanya menipu para job seeker dengan cara meminta sejumlah uang dari mereka. Jika ada sebuah perusahaan yang menawarkan sebuah posisi pekerjaan di situs pencari kerja, namun memintamu untuk melakukan sebuah transaksi uang untuk mereka, kamu patut mencurigai perusahaan tersebut. Alasan yang mungkin mereka gunakan adalah kamu harus membayar asuransi untuk barang yang akan kamu gunakan dalam pekerjaan tersebut. Hal ini sangat tidak masuk akal. Perusahaan mencari seorang karyawan dari kompetensinya dan membayarnya, bukan malah meminta sejumlah uang.

  1. Meminta Informasi Pribadi Saat Wawancara

Salah satu tujuan para pemalsu lowongan pekerjaan di situs pencari kerja adalah untuk mendapatkan informasi pribadi dan mendapatkan uang dari data tersebut. Jika kamu dimintai informasi seperti rekening bank atau asuransi, bisa dipastikan itu adalah lowongan pekerjaan palsu.

Cara lain yang mereka gunakan adalah dengan menggunakan suatu website khusus di mana kamu diminta untuk mengisi formulir yang mengandung informasi yang rahasia dengan alasan “mendaftarkanmu ke dalam asuransi perusahaan”. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa mengecek apakah website tersebut aman. Website yang aman memiliki awalan “https://”, bukan “http://”.

 

Semoga dengan informasi di atas membuat kamu lebih cermat dan teliti dalam mencari lowongan pekerjaan.

Cintai bisnis anda dengan mudah.

Atur karyawan anda, dalam hitungan menit. Dimana pun. Kapan pun.