Industri Padat Karya Didorong Pemerintah | Atenda.id

Penuh Inspirasi, wawasan dan pengetahuan

Atenda selalu memberikan yang terbaik dan terakurat untuk Anda

Home > Blog > Industri Padat Karya Didorong Pemerintah

Industri Padat Karya Didorong Pemerintah | Atenda.id


Industri Padat Karya Didorong Pemerintah

Atenda.id | 30 Jan 2020

Pengertian Industri Padat Karya

Pengertian dari Padat karya adalah kegiatan pembangunan proyek yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Menggunakan tenaga manusia dalam jumlah besar. Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga-keluarga miskin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap. Proyek padat karya merupakan program pemerintah melalui bappenas untuk memberi lapangan kerja terutama yang kehilangan pekerjaan pada masa sulit. Menurut Habibi pengembangan industri padat karya sangat tepat karena pada saat ini di Indonesia banyak melimpahnya sember daya manusia yang tidak memiliki keterampilan. Sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

Salah satu contoh bentuk dari pekerjaan padat karya adalah pekerjaan konstruksi seperti perbaikan jalan, saluran, dan sebagainya. Yang selama ini jarang atau tidak mungkin dimasuki oleh pekerjaan perempuan. Masalah yang dihadapi dalam program kerja padat karya adalah faktor upah yang ideal bagi seorang pekerja. Dalam mendorong pembangunan pemerintah harus lebih mementingkan proyek-proyek padat karya agar kegiatan tersebut dapat mendorong kepentingan golongan ekonomi rendah. Program penciptaan kerja padat karya cenderung menguntungkan pekerja pria ketimbang perempuan.

 

Baca juga : 7 Ide Usaha Rumahan Paling Tren

 

Perkembangan Industri Padat Karya

Pengembangan industri padat karya masih menjadi prioritas pada tahun 2013. Industri ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja yang besar dan menyumbang sepertiga pertumbuhan industri di Tanah Air.
"Industri padat karya memberi kontribusi sekitar 30 persen pertumbuhan industri nasional," kata Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Anshari Bukhari, beberapa waktu lalu.
Saat ini dari 108 juta tenaga kerja yang bekerja pada industri pengolahan di Tanah Air, sekitar 14,6 juta orang bekerja di sektor industri padat karya, seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, furnitur, makanan dan minuman, serta industri kecil dan menengah.
Anshari mencontohkan investasi industri alas kaki 10 juta dollar saja mampu menyerap tenaga kerja hingga 10 ribu orang.
Oleh karena itu, pemerintah, dalam hal ini Kemenperin, masih akan mengembangkan industri padat karya. "Industri padat karya tidak akan pernah menjadi sunset industry (industri yang akan ditinggalkan)," ujar dia.

 

Baca juga : Pekerjaan Rumahan Yang Cocok Untuk Ibu Rumah Tangga

 

Cara Pemerintah Meningkatkan Industri Padat Karya

Guna melindungi keberadaan dan pengembangan industri padat karya, Kemenperin telah memperjuangkan agar industri tersebut mendapat penangguhan dari kebijakan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2013.
Bahkan, pihaknya juga telah mengusulkan insentif pajak penghasilan (PPh21) dan pajak badan (PPh25) untuk industri padat karya. "Kami telah mengusulkan agar PPh25 untuk industri padat karya setidaknya turun sekitar lima persen," kata dia.
Sedangkan insentif PPh21 yang biasanya dibayarkan perusahaan, diharapkan juga turun sesuai dengan penghasilan tidak kena pajak. "Kalau masalah kenaikan UMP ini ada solusinya, kami yakin industri nasional tahun depan bisa tumbuh 7,4 persen," kats Anshari.

 

Jika Anda ingin mendukung program pemerintah dalam meningkatkan industri padat karya. Anda bisa memulai dengan menggunakan aplikasi Atenda, karena dapat mempermudah Anda dalam mengatur jadwal kerja secara cepat dan praktis, bisa sebagai alat absensi juga, dan menghitung gaji karyawanmu secara otomatis. Aplikasi atenda dapat di download secara gratis di Google play dan App store.

 

Baca artikel menarik lainnya dengan klik tulisan ini.

 

Cintai bisnis anda dengan mudah.

Atur karyawan anda, dalam hitungan menit. Dimana pun. Kapan pun.