Pengertian Arti Cuti Dan Peraturan Cuti di Indonesia | Atenda.id

Penuh Inspirasi, wawasan dan pengetahuan

Atenda selalu memberikan yang terbaik dan terakurat untuk Anda

Home > Blog > Pengertian Arti Cuti Dan Peraturan Cuti di Indonesia

Karyawan yang sedang cuti sehingga kantor sepi


Pengertian Arti Cuti Dan Peraturan Cuti di Indonesia

Atenda.id | 24 Feb 2020

Pengertian Arti Cuti dan Peraturan Cuti di Indonesia

 

Arti cuti

Arti cuti menurut wikipedia adalah cuti berasal dari bahasa Hindi yaitu Chutti yang artinya ketidakhadiran sementara. Sementara menurut KBBI, cuti memiliki arti meninggalkan pekerjaan beberapa waktu secara resmi untuk beristirahat dan sebagainya. Sehingga saya menarik garis merah jika cuti artinya seorang karyawan yang tidak hadir kerja dalam sementara waktu untuk beristirahat dan sebagainya.

 

Peraturan cuti di Indonesia

Semua peraturan cuti kerja di Indonesia sudah ditetapkan dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang di mana dalam undang-undang tersebut memiliki macam-macam cuti.

Macam-macam cuti di Indonesia :

  1. Cuti karyawan tahunan
  2. Cuti bersama
  3. Cuti penting
  4. Cuti hamil
  5. Cuti sakit
  6. Cuti berbayar
  7. Cuti besar

 

Baca juga : Arti Omnibus Law dan Kelebihan Omnibus Law

 

Mulai kapan karyawan dapat cuti?

Berdasarkan pada Pasal 79 ayat 2 (c) yang berbunyi, pengusaha wajib memberikan waktu cuti tahunan kepada pekerja setelah pekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 bulan (satu tahun) secara terus menerus. Hak cuti tahunan pekerja itu timbul setelah pekerja bekerja selama 12 bulan secara terus menerus. Artinya karyawan dapat mendapatkan hak cuti tahunannya pada bulan ke 13 bekerja.

Pada praktiknya, ada juga perusahaan yang memberikan hak cuti tahunan pekerja pada tahun pertama (12 bulan pertama) seseorang bekerja. Ada pula yang mengatur, semenjak seseorang bekerja, dia berhak mendapat cuti 1 hari per bulan.

Jadi, berdasarkan Pasal 79 ayat (3) UUK, selama tidak melanggar hak cuti tahunan dari pekerja, perusahaan dapat mengatur mengenai cuti tahunan secara lebih baik dari ketentuan-ketentuan UUK dalam perjanjian kerja (“PK”), peraturan perusahaan (“PP”), atau Peraturan Kerja Bersama (“PKB”).

Sedangkan UUK sendiri tidak mewajibkan perusahaan memberikan cuti tahunan pada pekerja yang belum bekerja selama 12 bulan. Maka, praktik pemberian cuti tahunan di tiap perusahaan tentu akan berbeda-beda, tergantung pada isi dari PK, PP, atau PKB di perusahaan.

 

Apakah bisa cuti tahunan lebih dari 12 hari?

Pada undang-undang di atas sudah dijelaskan jika perusahaan harus menetapkan minimal cuti tahunan 12 hari kerja (dapat boleh lebih dari 12 hari kerja). Jadi menurut kami boleh saja jika perusahaan menetapkan cuti tahunan selama 20 hari karena minimal jumlah cuti tahunan adalah 12 hari kerja.

 

Baca juga : Cara Menghitung Gaji Kotor Per Bulan

 

Selain itu, ada beberapa cuti yang tidak memotong atau menggunakan jatah cuti tahunan., Apabila Kamu sakit, kamu berhak mendapatkan izin tidak masuk kantor selama Kamu memiliki surat keterangan dari dokter. Lama masa cuti sakit bergantung pada lama istirahat yang dicantumkan dokter di surat keterangan tersebut. Bagi wanita, cuti menstruasi/haid tercantum pada undang-undang, pada hari pertama dan hari kedua apabila merasakan sakit. Sedangkan, perempuan yang sedang hamil berhak untuk mendapatkan waktu cuti 1.5 bulan sebelum kelahiran dan 1.5 bulan setelah kelahiran.

Lalu ada beberapa peraturan dari cuti penting,

  1. Karyawan Menikah, diberikan cuti selama 3 hari
  2. Menikahkan anak, diberikan cuti selama 2 hari
  3. Mengkhitankan anak, diberikan cuti selama 2 hari
  4. Membaptiskan anak, diberikan cuti selama 2 hari
  5. Istri melahirkan atau mengalami keguguran, diberikan cuti selama 2 hari
  6. Suami/istri, orang tua/mertua, anak atau menantu ada yang meninggal dunia, diberikan cuti selama 2 hari
  7. Anggota keluarga di satu rumah meninggal dunia, diberikan cuti selama 1 hari

Sumber : www.hukumonline.com

 

Jika Kamu pemilik sebuah bisnis dan bingung untuk menghitung cuti anggota karyawan, Kamu tidak perlu bingung lagi. Sekarang sudah ada aplikasi yang dapat menghitung jatah cuti tahunan anggota karyawan serta dapat memberikan jatah cuti tambahan dan konfirmasi cuti mereka melalui smartphone. Atenda adalah aplikasi yang dapat melakukan segalanya itu, Download sekarang di Google play dan App store sekarang juga secara gratis.

 

Download E-Book dari Atenda untuk mengetahui Tren Usaha 2020

Download Baca artikel menarik lainnya dari Atenda dengan klik tulisan ini.

 

Never miss a beat!

Join 90,000+ business leaders by subscribing now

Dapatkan uji coba gratis 30 hari Anda