Penuh Inspirasi, wawasan dan pengetahuan

Atenda selalu memberikan yang terbaik dan terakurat untuk Anda

HOME > BLOG > Pengertian Bisnis Online Dropship

By Atenda.id12 Feb 2020

Pelaku dropship yang bekerja di rumah

Pengertian Bisnis Online Dropship

 

Arti Dropship

Dropship adalah metode pemenuhan ritel di mana toko tidak menyimpan produk yang dijualnya dalam gudang atau stok. Sebaliknya, ketika sebuah toko menjual produk menggunakan model dropshipping, ia membeli barang dari pihak ketiga dan mengirimkannya langsung ke pelanggan. Akibatnya, penjual tidak harus menangani produk secara langsung.

Perbedaan terbesar antara bisnis online dropship dan model ritel adalah bahwa pedagang yang menjual tidak memiliki barang tersebut atau memiliki persediaan barang. Sebagai gantinya, penjual membeli barang sesuai kebutuhan dari pihak ketiga yang biasanya barang grosir atau pabrikan untuk memenuhi pesanan.

 

Bagaimana Cara Kerja Dropship?

Dua cara paling umum yang biasa dilakukan adalah mencari penjual yang berlokasi di luar negeri, atau di kota lain, untuk kamu hubungi agar dia mau menjadi penjual atau pemasok barangmu sehingga kamu mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan harga yang biasanya pemasok pasang untuk dijual, sehingga kamu akan mendapatkan keuntungan lebih jika dibandingkan melakukan dropship barang langsung tanpa menawar ke pemasoknya.

Jika kamu tidak ingin ribet untuk menghubungi penjual atau pemasok untuk barang yang akan kamu jual, di beberapa aplikasi seperti Shopee sudah memberikan tombol langsung untuk dropship, jadi kamu hanya tinggal melakukan check out barang kemudian pilih kirim sebagai dropship, dan isi penerima dan alamat si pembeli.

 

Baca juga : Tren Usaha 2020 Untuk Usaha Kecil

 

Manfaat dropship

Dropshipping adalah model bisnis yang bagus bagi calon pengusaha untuk memulai karena dapat dilakukan dengan mudah. Dengan memulai bisnis dropship, kamu akan belajar banyak tentang bagaimana memilih dan memasarkan produk yang diminta. Berikut adalah beberapa alasan lain mengapa dropshipping adalah model yang begitu populer.

1. Modal kecil

Mungkin keuntungan terbesar dari dropshipping adalah kemungkinan untuk membuka toko online tanpa harus mengeluarkan modal yang besar. Karena biasanya, untuk membuka toko harus membutuhkan modal yang besar untuk membeli barang persediaan untuk dijual kembali.

Dengan bisnis dropshipping, kamu tidak perlu membuat ruang penyimpanan barang atau gudang, dan karena kamu tidak perlu membeli barang dengan jumlah yang banyak, sehingga risiko jika kamu gagal sangat ringan, karena kamu tidak mengeluarkan modal yang besar.

2. Mudah untuk memulainya

Menjalankan bisnis e-commerce jauh lebih mudah jika kamu tidak harus berurusan dengan produk fisik. Dengan dropshipping, Kamu tidak perlu khawatir tentang:

  1. Mengelola atau membuat gudang penyimpanan
  2. Pengepakan dan pengiriman pesanan Kamu
  3. Melacak inventaris barang
  4. Menangani pengembalian dan pengiriman masuk
  5. Terus memesan produk dan memeriksa tingkat stok barang

3. Biaya kerugian rendah

Karena Kamu tidak berurusan dengan pembelian barang dalam jumlah yang banyak, biaya jika kamu bangkrut biaya kerugian yang kamu terima cukup rendah. Bahkan, banyak toko dropshipping yang sukses dijalankan sebagai bisnis rumahan, karena hanya membutuhkan laptop, smartphone dan beberapa biaya operasional. Ketika Kamu tumbuh, biaya kebutuhan bisnis mungkin akan meningkat tetapi akan tetap rendah dibandingkan dengan bisnis retail biasa.

4. Lokasi fleksibel

Bisnis dropshipping dapat dijalankan dari mana saja yang terpenting tersedia koneksi internet. Selama Kamu dapat berkomunikasi dengan pemasok dan pelanggan dengan mudah, Kamu dapat menjalankan dan mengelola bisnis.

5. Berbagai pilihan produk untuk dijual

Karena Kamu tidak perlu melakukan pembelian barang yang akan Kamu jual, Kamu dapat menawarkan berbagai produk yang sedang tren ke pelanggan potensial Kamu. Jika pemasok mencantumkan item, Kamu juga dapat mencantumkannya untuk dijual di toko online Kamu tanpa biaya tambahan.

6. Lebih mudah untuk diuji

Dropshipping adalah metode yang berguna untuk menguji sebelum meluncurkan toko baru dan untuk pemilik bisnis yang ingin menguji selera pelanggan terhadap kategori produk tambahan, mis., Aksesori atau lini produk yang sepenuhnya baru. Manfaat utama dropshipping adalah, sekali lagi, kemampuan untuk membuat daftar dan berpotensi menjual produk sebelum berkomitmen membeli sejumlah besar persediaan untuk dijual secara retail.

7. Lebih mudah untuk diukur

Jika dalam bisnis ritel tradisional, jika Kamu menerima tiga kali jumlah pesanan, Kamu biasanya perlu melakukan tiga kali lebih banyak pekerjaan. Dengan meningkatkan pemasok dropshipping, sebagian besar pekerjaan untuk memproses pesanan tambahan akan ditanggung oleh pemasok, memungkinkan Kamu untuk memperluas dengan lebih sedikit usaha yang kamu keluarkan.

Pertumbuhan penjualan akan selalu membawa pekerjaan tambahan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan pelanggan. Tetapi bisnis yang memanfaatkan model dropshipping sangat baik dibandingkan dengan bisnis ecommerce tradisional.

 

Kekurangan dari dropship

Semua manfaat yang kami sebutkan menjadikan dropshipping model bisnis online yang sangat menarik bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis online, atau bagi mereka yang ingin memperluas penjualan jenis produk yang ada. Tetapi seperti semua ilmu, dropshipping juga memiliki kekurangan. Secara umum, kenyamanan dan fleksibilitas ada konsekuensinya. Berikut adalah beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

1. Keuntungan kecil

Keuntungan kecil adalah kekurangan terbesar untuk bisnis online yang beroperasi dalam model dropshipping vertikal yang sangat kompetitif. Karena sangat mudah untuk memulai, dan biaya kerugian sangat minim, banyak toko yang bersaing akan mendirikan toko dan menjual barang dengan harga terendah untuk meningkatkan pendapatan. Karena mereka memulai dengan modal sangat sedikit untuk memulai bisnis online, mereka dapat beroperasi dengan keuntungan yang sangat kecil.

 

Baca juga : 12 Tren Bisnis Kecil Di Tahun 2020

 

2. Masalah persediaan barang

Jika Kamu menyimpan semua produk Kamu sendiri, relatif mudah untuk melacak item mana yang ada dan tidak tersedia. Tetapi ketika Kamu memulai bisnis dropship, kamu harus mencari dari beberapa pemasok, yang biasanya pemasok tersebut juga memenuhi pesanan untuk dropship orang lain, sehingga stok barang dapat berubah setiap hari. Untungnya, akhir-akhir ini, ada beberapa aplikasi yang memungkinkan Kamu melakukan sinkronisasi dengan pemasok. Jadi dropshippers dapat “meneruskan” pesanan ke pemasok dengan satu atau dua klik dan harus dapat melihat secara terus menerus untuk memastikan persediaan barang yang dimiliki pemasok.

3. Pengiriman yang rumit

Jika Kamu bekerja dengan banyak pemasok seperti yang dilakukan kebanyakan dropshippers, produk di toko online Kamu akan bersumber dari sejumlah dropshippers yang berbeda. Ini mempersulit biaya pengiriman Kamu.

Katakanlah pelanggan memesan tiga item, yang semuanya hanya tersedia dari pemasok terpisah. Kamu akan dikenakan tiga biaya pengiriman terpisah untuk mengirim setiap item ke pelanggan, dan kamu tidak mungkin akan menanggung biaya pengiriman itu pelangganmu kan? Nanti pelangganmu bisa membatalkan pesananmu karena biaya pengiriman yang mahal.

4. Kesalahan pemasok

Pernahkah Kamu disalahkan atas sesuatu yang bukan kesalahan Kamu, tetapi Kamu tetap harus menerima tanggung jawab atas kesalahan itu?

Bahkan pemasok dropshipping terbaik pun melakukan kesalahan dalam memenuhi pesanan, kemudian kesalahannya yang harus menanggung dan bertanggung jawab adalah kamu. Dan pemasok yang biasa-biasa saja dan berkualitas rendah akan menyebabkan bisnis online dropship kamu memiliki citra dan reputasi yang buruk karena banyak yang komplain, marah, dan memberikan review jelek di toko online kamu.

5. Kustomisasi dan branding terbatas

Tidak seperti produk yang dibuat khusus atau cetak sesuai permintaan, dropshipping tidak memberi Kamu banyak kontrol atas produk itu sendiri. Biasanya, dropshipped produk dirancang dan dicap oleh pemasok.

Beberapa pemasok dapat mengakomodasi perubahan produk bisnis Kamu, tetapi meskipun begitu, pemasok memiliki kontrol paling besar terhadap produk itu sendiri. Setiap perubahan atau penambahan pada produk itu sendiri biasanya membutuhkan jumlah pesanan minimum untuk membuatnya seperti permintaan si dropshipper.

 

Jika bisnis online dropship mulai berkembang dan akhirnya kamu membutuhkan karyawan, jangan lupa untuk menggunakan aplikasi Atenda. Aplikasi Atenda bisa membantumu dalam mengurus karyawan dalam menghitung gaji dan penjadwalan kerja mereka. Aplikasi Atenda dapat digunakan secara gratis juga lho...

 

Download E-Book dari Atenda untuk mengetahui Tren Usaha 2020

Download Baca artikel menarik lainnya dari Atenda dengan klik tulisan ini.

Never miss a beat!

Join 90,000+ business leaders by subscribing now

Dapatkan uji coba gratis 30 hari Anda